Kita
Aku selalu jatuh cinta pada proses, bukan pada akhir bentuknya, bukan pula padaNya yang selalu dianggap perencana, kalaupun iya mungkin murka yg akan kupanjatkan akibat keterpisahan kita.
Apakah kau sepakat jika aku ingin mengusulkan kata 'kita' dihapuskan dari perbendaharaan kata di kamus Bahasa Indonesia?
Mungkin aku yang terlalu benci dengan kata 'kita'. Kata yang tidak bisa mewakilkan kau dan aku, karena mereka mengharuskan kita melalui semua dengan batasan. Mereka yang tak terjangkau, mereka yang tak terbantah, mereka yang tak mengerti, mereka yang tak mencinta.
Maafkan aku yang tidak pernah bersikap manis kepadamu. Mungkin itu usahaku untuk bersahabat dengan keadaan, usahaku menikmati cobaan, usahaku dalam membatasi letupan2 birahi, dan memang itu berhasil hingga kau kembali dengan agresi taktis yang mematikan. Gempuran membabi buta yang kau beri mampu menghempaskan seluruhnya.
Seharusnya aku sudah pantas untuk membencimu karena hal itu, tapi sangat mengherankan hal itu menjadi rekaman manis dalam kepalaku. Aku yang jatuh cinta terhadap proses -dalam hal ini tentang usahaku bersikap kepadamu- tidak bersedih ketika kau hancurkan.
Memang sangat lucu ketika semesta mempermainkan kau dan aku. Membuat melayang sekaligus terperosok ke lubang yg tak terhingga tanpa sadar, membuat senang dan sedih yang tak terperikan, membuat bahagia dan kecewa yang tak terbedakan.
Apakah kau sepakat jika aku ingin mengusulkan kata 'kita' dihapuskan dari perbendaharaan kata di kamus Bahasa Indonesia?
Mungkin aku yang terlalu benci dengan kata 'kita'. Kata yang tidak bisa mewakilkan kau dan aku, karena mereka mengharuskan kita melalui semua dengan batasan. Mereka yang tak terjangkau, mereka yang tak terbantah, mereka yang tak mengerti, mereka yang tak mencinta.
Maafkan aku yang tidak pernah bersikap manis kepadamu. Mungkin itu usahaku untuk bersahabat dengan keadaan, usahaku menikmati cobaan, usahaku dalam membatasi letupan2 birahi, dan memang itu berhasil hingga kau kembali dengan agresi taktis yang mematikan. Gempuran membabi buta yang kau beri mampu menghempaskan seluruhnya.
Seharusnya aku sudah pantas untuk membencimu karena hal itu, tapi sangat mengherankan hal itu menjadi rekaman manis dalam kepalaku. Aku yang jatuh cinta terhadap proses -dalam hal ini tentang usahaku bersikap kepadamu- tidak bersedih ketika kau hancurkan.
Memang sangat lucu ketika semesta mempermainkan kau dan aku. Membuat melayang sekaligus terperosok ke lubang yg tak terhingga tanpa sadar, membuat senang dan sedih yang tak terperikan, membuat bahagia dan kecewa yang tak terbedakan.
Komentar
Posting Komentar